Tuesday, July 14, 2015

Berita Kita, Kisah ini datang dari Negeri Dhaka Bangladesh Tengah.
Polisi Bangladesh tengah memburu sekelompok orang yang diduga menganiaya remaja 13 tahun hingga tewas.
Insiden ini diketahui setelah rekaman penganiayaan tersebut beredar secara luas di dunia maya yang membuat warga Bangladesh geram. Bahkan ratusan orang menggelar aksi untuk mendesak polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
Dalam video berdurasi 28 menit tersebut tampak remaja yang teridentifikasi bernama Samiul Alam Rajon diikat di tiang dan dipukuli oleh beberapa orang. Samiul dianiaya tanpa ampun. Penyerang remaja itu terdengar memaksa Samiul untuk mengakui keterlibatannya dalam pencurian.
Remaja tersebut tampak begitu ketakutan dan kesakitan. Berkali-kali ia mengatakan "Tolong jangan pukuli saya, saya bisa mati,". Para penyerang tidak mengubris permintaannya. Bahkan satu ketika mereka melepaskan ikatan, Samiul mencoba bangkit untuk berdiri salah satu penyerang berteriak "Tulangnya masih kuat, pukuli dia lagi".
Ketika Samiul memohon untuk minum, mereka mengejek dan mengatakan pada remaja tersebut untuk meminum air keringatnya sendiri.
Ia kemudian ditemukan tergeletak meninggal di sebelah timur kota Sylhet, Dhaka, Bangladesh.
Kepala Polisi setempat Alamgir Hossain kepada kantor berita AFP mengatakan dari hasil otopsi korban mengalami cedera di seluruh tubuhnya. Ia meninggal karena pendarahan internal.
"Samiul Alam Rajon meninggal pada 8 Juli akibat dipukul tanpa ampun. Setidaknya ada 64 luka-luka termasuk di kepala dan dada,"jelasnya.
Menteri Asaduzzaman Khan Kamal mengatakan polisi sudah menangkap dua orang yang terkait dengan pembunuhan tersebut dan sedang mencari empat tersangka lainnya. Salah satu tersangka sudah ditahan oleh pengadilan di Sylhet.
"Mereka akan ditangkap dan diberikan hukuman yang berat,"tegasnya.
Remaja putus sekolah ini sehari-hari bekerja menjual sayur untuk membantu ekonomi keluarganya yang miskin. Keluarga pun membantah anak mereka terlibat dalam pencurian.
"Anak saya bukan pencuri. Semua orang tahu itu. Saya ingin keadilan atas pembunuhan anak saja,"ungkap ibu Samiul, Lubna Aktar. (*)


0 comments:

Post a Comment

Unordered List

Sample Text

Powered by Blogger.

Terpopuler