Pada Minggu (10/1/2016), Gunung
Bromo mengeluarkan 11 kali letusan disertai gempa vulkanik yang getaran
amplitudo jarum seismografnya mencapai 42 milimeter.
Gunung yang berada di empat wilayah
kabupaten ini mengeluarkan letusan eksplosif.
Debu vulkanik pun menyembur dari
kawah Gunung Bromo di Desa Cemorolawaang, Probolinggo, Jawa Timur, tersebut.
"Letusannya disertai gempa
vulkanik yang getaran amplitudo jarum seismografnya mencapai 42 milimeter.
Getaran paling lama bertahan sampai 23 detik. Ini merupakan aktivitas terbesar
yang tercatat sampai sekarang ini," kata Kepala Tim Tanggap Darurat ErupsiGunung Bromo, Iing Kusnadi.
Abu vulkanik pun tak seperti
biasanya, berwarna abu-abu, melainkan sudah berwarna kuning kemerahan.
Ketinggian semburan abu vulkanik
mencapai 900 meter dari puncak kawah Bromo.
Semakin meningkatnya aktivitas
Gunung Bromo, ternyata tidak membuat warga Desa Ngadisari khawatir.
Warga Tengger ini malah merasa
bersyukur karena gunung yang mereka kramatkan itu tengah bergolak.
"Nenek moyang kami bersemayam
di kawah Bromo. Sekarang justru sedang menyapa kami cucu-cucunya. Kami percaya
nenek moyang kami akan melindungi kami," kata Tais (35), warga Tengger
asal Ngadisari.
Menurutnya luapan abu vulkanik
adalah berkah bagi desanya dari nenek moyangnya.
Abu vulkanik itu akan memberikan
kesuburan bagi perkebunan warga Tengger.
"Tiap kali meletus, kami sudah
biasa. Berkah nenek moyang, pasti tidak akan mencelakakan kami," ujarnya.
Tak hanya Bromo, aktivitas Gunung
Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, juga tercatat masih tinggi.
Bahkan dalam sehari, Sinabung
erupsi hingga tiga kali dengan letusan menyemburkan kolom abu hingga ketinggian
1.500-2.000 meter dari puncak.
"Berdasarkan pantauan hari ini
dari pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, aktivitas Sinabung masih tinggi dengan letusan
mencapai 2.000 meter dari puncak," kata Kepala Bidang Pengamatan Gunung
Api Pusat Vulkanologi PVMBG, I Gede Suantika, Minggu (10/1/2016).
Menurutnya, erupsi tersebut
menyebabkan asap tebal serta guguran lava berkisar 500-1.000 meter ke arah
Tenggara-Timur.
Para pengungsi ditempatkan di
sembilan titik posko terpisah. (surya/met)



0 comments:
Post a Comment