Saturday, June 4, 2016

Berita Kita, Shimizu S-Pulse adalah klub yang cukup bergengsi di Jepang.
Tahun ini mereka memang hanya bermain di kasta ketiga Liga Jepang, yakni di divisi 2.
Tapi pada 1996, mereka pernah menjuarai divisi utama Liga Jepang, atau J-League.
Nah, apa hubungannya klub ini dengan Indonesia? Tak ada.
Bahkan sponsor mereka juga bukan perusahaan asal Indonesia.
Yang istimewa, jersey mereka malah mempromosikan Indonesia secara terang-terangan.
Ya,  di jersey mereka terpampang jelas dan besar peta Nusantara, lengkap dari Sabang sampai Merauke.
Memang tidak hanya peta Indonesia di jersey baru mereka ini. Melainkan peta dunia.
Shimizu sepertinya berupaya untuk mencerminkan bahwa Liga Jepang berusaha untuk mendunia.
Makanya, dipilihkan gambar peta dunia di jersey mereka.
Tapi, yang istimewa, peta Indonesia justru berada di tengah-tengah jersey sisi depan, sehingga paling jelas tertera.
Posisi Indonesia yang strategis, rupanya menguntungkan, karena dalam desain, posisi peta Indonesia justru terletak di bagian utama jersey, tepat di bawah sponsor utama klub.
Bahkan, peta jepang sendiri tak terlalu terlihat di jersey mereka.
Jersey istimewa Shimizu S-Pulse ini diproduksi oleh apparel olahragaasal Jerman, Puma.
Jersey berwarna oranye kekuningan ini akan dipakai Shimizu S-Pulse pada musim 2016/2017

Friday, June 3, 2016


Berita Kita, Ajang balap motor MotoGP berduka jelang pelaksanaan Gran prix Spanyol di Sirkuit Katalunya, Minggu (5/6/2016) besok.

Luis Salom (24), seorang pebalap Spanyol yang turun di kelas Moto2, tewas dalam sesi latihan bebas yang berlangsung Jumat (3/6/2016).

Belum jelas penyebab jatuhnya Salom, karena minimnya bukti video.

Tapi diduga, di tikungan 12, motor Salom selip dan keluar lintasan.

Salom kemudian membentur pembatas sirkuit dengan kecepatan penuh.

Pebalap dari tim SAG Team ini langsung dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter.

Kabarnya, tangan kanan Salom yang mengalami luka paling parah.


Ia sempat mejalani operasi di rumah sakit.

Tapi nyawanya tak terselamatkan.

"Dengan dukacita mendalam, kami mengabarkan meninggalnya Luis Salom," sebut juru bicara resmi MotoGP.

Sejumlah pebalap juga menyampaikan duka cita mereka melalui media sosial.

Pengamat balap motor mempertanyakan sisi keamanan sirkuit Katalunya, Spanyol, mengingat zona di luar sirkuit malah diaspal, bukannya diberi gravel atau kerikil.

Padahal, kerikil, menjadi pengaman pebalap ketika keluar dari sirkuit.

Laju Salom di luar sirkuit kencang karena motornya berjalan di aspal, dan ini membuat ia terbentur ke pagar pebatas dengan kecepatan sangat kencang.
Pihak MotoGP sendiri memastikan balapan pada hari Minggu tetap digelar.

Meski demikian, pihak pengawas lomba memastikan ada penyesuaian perubahan alur trek sehubungan dengan tragedi ini.

Musim ini, Salom sebetulnya tampil sebagai pebalap yang bersinar.

Ia sempat menjadi runner-up di seri pembuka, Gran Prix Qatar.

Prestasi terbaiknya sebagai pebalap adalah di musim 2013, dimana dia mengakhiri musim Moto3 di posisi ke-3 klasemen akhir pebalap.

Tahun berikutnya ia naik kelas ke ajang Moto2.

Ini adalah tahun ketiganya di ajang Moto2, dimana posisi terbaiknya diraih di tahun 2014 dengan mengakhiri musim di posisi 8.

Berita Kita, Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, menyambut sekitar 10.500 turis dari Tiongkok dalam dua bulan pada musim liburan pertengahan 2016.

“Kami antisipasi semuanya termasuk yang sekarang sedang berjalan adalah turis Tiongkok sebanyak 10.500 orang,” kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Trikora Harjo di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat.
Menurut dia, kedatangan wisatawan dari Negeri Tirai Bambu itu ditangani oleh salah satu biro perjalanan selama liburan mereka di Pulau Dewata.
Wisatawan dari negeri panda tersebut menumpangi maskapai penerbangan dengan jadwal reguler maupun menggunakan penerbangan carter atau tidak berjadwal.
Pengamat Intelejen Sofjan Lubis mengatakan kedatangan warga negara asal China dengan alasan wisata memang sudah biasa, namun yang tidak biasa adalah ada agenda apa selain wisata dengan 10.500 orang plus memakai penerbangan carter atau tidak berjadwal
Bukan membangun kecurigaan, kewaspadaan sebagai bangsa harusnya sudah ada, karena biasanya jalur wisata yang dilakukan oleh wisatawan asing adalah melalui penerbangan internasional yang sudah ada, artinya memang ‘terlihat’ berniat berwisata pada umunya ditambah liburan yang dilakukan hanya melalui satu biro perjalanan
10.500 wisatawan dengan satu biro perjalanan plus dengan kedatangan melalui pesawat carteran, adakah yang patut dipertanyakan? selain katanya untuk berwisata; waspadalah.
Berita Kita, Pengalaman spiritual  diungkapkan oleh Sri Hartati, warga Desa Kalijambe, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.


Umumnya umat Islam menghadap ke arah Barat saat sedang menunaikan ibadah salat, namun untuknya justru membelakangi kiblat.


"Saya mendapatkan wahyu dalam ayat-ayat itu salat menghadap ke timur.
Petunjuk itu yng saya ikuti," jelas dia. Namun, untuk jumlah salat yang
dilakukan dalam satu hari masih sama yakni sebanyak lima waktu.

Kemudian
perbedaan jumlah neraka yang ada di Alquran sebanyak tujuh lapis. Namun
menurutnya jumlah neraka lebih banyak yakni 17 lapis.


"Saya belajar dari Alquran jumlah neraka tujuh, dan surga tujuh. Tapi
yang saya lihat neraka lebih luas, jumlahnya lebih banyak ada 17,"
jelas dia.



Sri Hartati menilai masyarakat yang menganggapnya sesat tersebut terlalu berlebihan.


"Yang sesat itu seperti apa. Belum baca bukunya (Alkitab Na'sum)
seperti apa, sudah mengecap sesat," jelas dia, di rumahnya, Jumat
(3/6/2016).


Meskipun beragama Islam, Sri mengaku kitab tersebut berisi tentang
kitab-kitab di dunia mulai dari Alquran, Injil, Taurat, dan Zabur.


Pada awalnya, memang Sri mengalami pertentangan adanya perbedaan kiblat saat salat.


Dia mengaku, tidak menarik masyarakat untuk menjadi pengikut ajaran
tersebut. Namun diakuinya seluruh keluarganya mengikuti ajaran tersebut.


Dia menilai, menjadi kebebasan masyarakat untuk memilih apapun ajaran yang dianutnya. Sehingga pihaknya tidak menyebarkanny.


"Saya cuma mengajarkan ini untuk keluarga saya sendiri. Tidak untuk disebar-sebarkan," ucap dia. (*)








Berita Kita, Umumnya satu guru mengampu satu pelajaran, atauu satu kelas
mempunyai satu guru. Lantas apa jadinya jika satu sekolahan hanya mempunyai
seorang guru.
Sebagaimana dialami Hasniah, seorang guru di SD Bina Setia Semaru, Desa Air Besar,
Landak, Kalimantan Barat. Sudah tujuh tahun inni, Hasniah harus mengajar semua
kelas dari kelas I sampai dengan kelas VI.
Dilansir dari infopgri.com,
kerepotan tidak cukup sampai di situ, Hasniah harus menyiasati agar semua siswa
bisa mendapat jatah bahan ajaran. Maka dari enam kelas yang ada, Hasniah
membaginya menjadi dua. "Satu lokal untuk kelas I sampai kelas III, dan
satu lokal untuk kelas IV sampai kelas VI," ujarnya
"Sebab, sekolah ini hanya punya tiga ruangan,
tapi yang dipakai kelas hanya dua ruangan," ujar Hasniah menambahkan.
Sekolah Bina Setia merupakan sekolah yang dibangun
dengan dana PNPM serta swadaya masyarakat setempat. Sebelum sekolah itu
berdiri, Hasniah mengaku memberikan pelajaran dari rumah ke rumah.
Kini sudah tujuh tahun Hasniah mengajar di sekolah
tersebut. Tak jarang bahkan saat mengajar, Hasniah harus menggendong anaknya
yang masih kecil.



Berita Kita, Daun Belalai Gajah, atau yang ummum di kenal dengan
nama Sabah Snake Grass atau yang bernama latin Clinicanthus inni diakui bissa
mengobati kanker bila dipakai dengan pas. 

Telah banyak narasi mengenai pasien kanker yang sudah sembuh oleh daun belalai gajah ini. 

Dilaporkan di satu Koran di Malaysia
kalau seseorang pasien kanker limpa stase 4 tunjukkan perkembangan cepat pada
kesehatannya sesudah memakai daun ini setiap hari. Pasien ini sudah melakukan 9
kali therapy kemo yang tidak membawa hasil. Ia sudah didiagnosis oleh sebagian
dokter yang menginformasikan kalau ia akan cuma bias hidup sepanjang 3 bulan
lagi. Ia mengambil langkah mencolok serta hentikan semuanya aktivitas kemo nya
serta mulai mengkonsumi daun belalai gajah ini. Pasien ini masihlah hidup
sekarang ini, 2 tahun sesudah beberapa dokter memberitahunya kalau ia cuma
miliki 3 bulan untuk hidup. 
Tidaklah mudah untuk memperoleh daun
belalai gajah karena daun ini kurang di kenal serta tidak di jual bebas di
market. Jadi pasien ini memutuskan untuk menanam sendiri untuk kepentingan
penyembuhannya. Menurut penuturannya, ia meminum hasil blenderan daun belalai
gajah serta apel hijau setiap hari sesudah sarapan pagi. 3 hari lalu dia
berkunjung ke dokternya serta dia terperanjat sekali saat memperoleh berita
kalau kankernya sudah menghilang sejumlah 96%! 


Ketika artikel itu diterbitkan di
Koran, editor Koran itu mengaku sudah terima sekitaran 200 pernyataan dari
beberapa orang yang sudah tunjukkan perbaikan dalam kesehatannya sesudah
konsumsi daun belalai gajah. Penemuan ini menyebabkan sebagian badan riset
kesehatan di Malaysia untuk melakukan riset akan daun ini. 
Di bawah ini yaitu sebagian cerita
nyata mengenai bagaimana daun ini sudah menolong pasien kanker : 
  
1. Seseorang pria berusia 54 tahun
sudah didiagnosa akan ada kanker paru-paru stase 3. Sesudah 2 minggu meminum
olahan daun belalai gajah, tumornya mengecil. 
2. Seseorang wanita terserang kanker
rahin dengn ukuran 6cm. Wanita ini sudah disarankan untuk dioperasi oleh
beberapa dokter. Ia lalu coba therapy dengan daun belalai gajah ini sepanjang 2
minggu. Saat wanita ini pergi ke dokter untuk di check kembali serta nyatanya
tumornya sudah berkurang jadi 3, 5cm. 

Terdapat beberapa narasi lain
mengenai bagaimana daun belalai gajah sudah membantu beberapa orang menangani
kanker prostat, payudara, paru-paru serta kanker darah. Orang dengan
permasalahan ginjal, cholesterol tinggi, darah tinggi, asam urat serta diabetes
sudah alami pembaikan sesudah konsumsi daun belalai gajah ini. 
Meskipun sudah ada narasi tentant
pasien kanker yang sudah pulih dari penyakitnya, tidaklah mungkin saja satu
cara bisa mengobati semuanya type kanker. Tiap-tiap orang tidak sama, oleh
karenanya cara yang dikerjakan ke satu orang belum pasti bias bekerja pada
orang lain. 
Walau demikian, bila anda yaitu
pasien kanker yang mencari alternative lain dari penyembuhan yang saat ini anda
jalani, daun belalai gajah organik ini patut dicoba. 

Anjuran komsumsi daun belalai gajah
Stasis 1 : 30 lembar daun /hari 
Stasis 2 : 50 lembar daun /hari 
Stasis 3 : 100 lembar daun
/hari 
Stasis 4 : 150-200 lembar daun
/hari 
Waktu kondisi pasien lebih baik,
kurangi jumlah daun yang dikonsumsi. 

Panduan untuk men-jus daun belalai
gajah : 
1. Tuangkan 1/2 gelas air putih ke
blender 
2. Berikan 1-2 batu es untuk
menghindar panas saat sistem blender 
3. Berikan ¼ lemon untuk vitamin c
serta menghindar oksidisasi 
4. Bersihkan daun belalai gajah serta
masukan ke blender 
5. Kupas apel hijau fresh serta buang
semuanya bijinya 
6. Potong apel jadi 8 bagian 
7. Masukan apel kedalam blender 
8. Jus serta minum secepatnya atau
dalam waktu 5 menit (janganlah disimpan) 
9. Bila badan anda kedinginan sesudah
minimal ini, berikan irisan jahe 

Makanan yang perlu dijauhi bila anda
konsumsi daun belalai gajah : 
Gula, madu, ikan kembung, ikan pari,
ayam, bebek, talas, onde2, margarin, durian, sarang burung, ginseng.



Monday, May 30, 2016

Berita Kita, Rekaman video CCTV berikut ini memperlihatkan kecelakaan beruntun di kota Depok, yang terjadi akibat seorang pengendara nekat memotong jalur.
Simak video selengkapnya


Wednesday, May 25, 2016

Berita Kita, Indonesia boleh saja tertinggal bila bicara soal kualitas dan kuantitas alat tempur dengan sejumlah negara maju.

Tapi soal skill tentara, siapa berani melawan?

Ya, ini bukan berlebihan, tapi fakta yang tersaji dalam kompetisi militer dunia bergengsi bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).

Dalam penyelenggaraan AASAM 2016, Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang pada 3-20 Mei lalu mengikuti kompetisi ini, kembali membawa pulang predikat juara umum.

Kemenangan tersebut berkat menonjolnya kemampuan tim pasukan elit TNI Angkatan Darat dibanding negara lain.

Secara keseluruhan dikejuaraan AASAM 2016 ini TNI AD berhasil meraih 23 medali emas, 13 perak, dan 9 perunggu.

Dibelakang Indonesia, Tiongkok berada di posisi kedua dengan perolehan 9 medali emas, 15 medali perak, dan 5 medali perunggu. Sedangkan posisi ketiga diperoleh Jepang dengan 4 medali emas, 2 medali perak, dan 3 perunggu.
Yang istimewa, kemenangan tersebut juga karena cemerlangnya peraih medali pemenang individu, yakni Letda Appolta Siahaan.

Letda Appolta Siahaan, mencatatkan namanya sebagai pemenang lomba tembak perorangan di ajang Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) 2016.

Ini merupakan kemenangan yang diraihnya berturut-turut sejak tahun 2008.

Dirinya mengatakan, bahwa kemenangannya kali ini bukanlah kemenangan pertama. Sepanjang keikut sertaannya di AASAM dirinya sudah empat kali menjadi pemenang.

“Ini kali keempat saya mendapat Individual Champion. Yang pertama tahun 2008, 2009, 2012, dan sekarang,” jelasnya, dikutip dari Majalah Angkasa.

“Saya sangat senang bisa menjuarai kompetisi AASAM tahun 2016 ini,” ujarnya selepas ditandu sebagai salah satu bagian dari tradisi kemenangan di AASAM.

Kemenangan terasa lebih membanggakan, karena Letda Appolta Siahaan bertanding dengan mengusung senapan bikinan anak bangsa, yakni buatan PT Pindad.

Berita Kita, Warga di Banjar Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali dihebohkan penemuan kerangka manusia di pantai, Selasa (24/5/2016).
Namun sebelum dievakuasi, kerangka manusia utuh hilang terbawa ombak.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, penemuan kerangka manusia muncul di sekitar lokasi eks mercusuar zaman penjajahan Jepang. 
Amun (48), seorang warga yang rumahnya dekat eks mercusuar Jepang itu mengatakan, awalnya kerangka manusia tersebut muncul utuh mulai dari kepala hingga kakki.
Diduga, kerangka manusia tersebut merupakan tentara pada zaman penjajahan Jepang atau tawanan perang.
Lantaran gelombang tinggi, warga tak berani mengangkat kerangka tersebut.
Tim Identifikasi Polres Jembrana datang namun tak menemukan kerangka tersebut.
Kepala Desa Pengambengan, Samsul Anam mengatakan sempat memantau ke lokasi namum tidak sempat melihat kerangka tersebut lantaran sudah terseret ombak.
“Kalau di sekitar Mercusuar inni memang sering muncul cerita mistis. Mercusuar itu milik Jepang dulu, jadi angker sampai sekarang. Mungkin itu kerangka milik tentara Jepang zaman dulu,” kata Samsul.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gusti Made Sudharma mendapat laporan pada 11.45 Wita langsung menerjunkan Tim Identifikasi ke lokasi penemuan.

“Pas tim tiba di sana kerangkanya sudah tidak ada. Kata warga mungkin sudah terseret ombak. Sampai sekarang warga masih mencari kerangka misterius itu,” jelas Sudharma.

Berita Kita, Anak-anak yang tinggal di desa Atule'er, provinsi Sichuan, China harus mempertaruhkan nyawa bila ingin berangkat ke sekolah.
Bagaimana tidak, mereka harus menuruni tebing dengan ketinggian sekitar 1400 meter atau 800 meter dari permukaan tanah, hanya dengan menggunakan tangga dari pohon anggur.
Desa Atule'er sering disebut sebagai desa tebing karena memang lokasinya berada di atas tebing tinggi. Itu hanya dihuni oleh 72 rumah tangga dan akses menuju ke sana sangat sulit.
Jangankan alat transportasi, jalan setapak menuju ke sana saja tidak ada.
Penduduk desa harus mendaki 17 tangga pohon anggur yang dipasang di tebing bila ingin pergi ke dunia luar.
Setidaknya 15 anak berusia enam sampai 15 tahun yang merupakan warga desa tersebut, belajar di sekolah asrama di kaki gunung.
Dua minggu sekali, mereka harus memanjat tangga yang pernah menelan korban jiwa tersebut.
Mereka memanjat tanpa alat pengaman sambil membawa tas di punggung. Biasanya, orang tua mengawal mereka secara bergiliran saat melewati tangga.
Untuk orang dewasa lincah, mendaki tebing memerlukan waktu 1,5 jam dan saat turun memakan satu jam.
Sebenarnya, sebuah kereta kabel pernah dibangun untuk menghubungkan desa Atule'er dengan daerah di kaki gunung.
Hanya saja, masyarakat tak mampu membayar angsuran listrik untuk menjalankan kereta sehingga diruntuhkan.
Pemerintah setempat juga belum mengganti tangga pohon anggur tersebut dengan baja karena persoalan dana.
Begitu pula untuk membangun jalan menuju desa tersebut yang memerlukan biaya hingga sekitar 60 juta yuan.
Warga yang tinggal di sana sangat sedikit, sehingga antara input dan output tidak sesuai. Padahal, mereka sangat memimpikan adanya sebuah jalan yang menghubungkan Atule'er dengan dunia luar

Tuesday, May 24, 2016

Berita Kita, Untuk Para Pemotor Jangan Pernah Gunakan Sarung Tangan Stang, Ini Alasannya!

Untuk kalian para pengendara motor, tentu banyak yang memilih untuk menggunakan sarung tangan ketika berkendara untuk menghindari kulit dari teriknya sinar matahari. Dan baru-baru ini mulai banyak diproduksi sarung tangan dengan model langsung menempel pada stang motor, seperti ini nih:
Tapi ternyata sarung tangan model ini sangat tidak dianjurkan untuk kalian pakai ketika berkendara dan sangat berbahayaKenapa ya mengenakan sarung tangan ini bisa berbahaya??
Karena sebenarnya fungsi dari sarung tangan bukan hanya untuk melindungi kulit dari panas matahari tapi juga pelindung ketika terjadi risiko di jalan. Nah, dengan model yang melekat disetang, otomatis sarung tangan ini tidak fleksibel melindungi tangan ketika terjadi musibah. Harus diketahui, tangan merupakan bagian tubuh yang akan merespon pertama saat terjadi kecelakaan ketika berkendara motor. Contoh saat terjatuh, dengan posisi tangan yang masuk ke dalam dan mengengam grip, justru akan menghambat reflek saat terjadi musibah.
semoga bermanfaat info ini
Foto : Supyadi Sebelum Tersesat dengan Rombongan
Berita Kita, Kedua pendaki Gunung Semeru asal Cirebon Supyadi warga Tegalgubug dan Zirli warga Bojong Kulon Kab Cirebon benar-benar sudah ditemukan oleh Tim Basarnas Jember. Koordinator Pos SAR Jember, Dini Nur Fitriyah, Selasa sore (24/5)  memberitahukan,  bahwa kedua pendaki tersebut ditemukan di bukit dekat air terjun Gunung Boto. “Alhamdulillah kedua survivor (pendaki yang tersesat, red) sudah ditemukan pak,” kata Dini mengabarkan kepada Tim SAR Jawa Barat.

Jawaban Dini tersebut sekaligus mengurungkan niat Tim SAR Jabar untuk membantu pencarian kedua pendaki itu di Gunung Semeru.

Dini mengatakan, sebelum keduanya ditemukan, tim SAR terlebih dahulu menemukan jejak berupa bivak atau tempat tidur dari tumpukan daun dan pelepah pisang. Selanjutnya,  kedua pendaki tersebut dibawa ke Posko Tawong Songo, yang dari tempat penemuan sampai ke posko membutuhkan waktu 6 jam perjalanan.

Monday, May 23, 2016

Berita Kita, Unik, seekor udang raksasa dengan berat 145 kilogram (kg) dan panjang nyaris 3 meter tertangkap pencari ikan di sebuah muara sungai. Dua pemancing yang berhasil menangkap udang raksasa itu adalah Rene Kirouac dan adik iparnya, Raymond Bergeron.

Dua pria asal Kanada itu memancing di pertemuan sungai Matane dan Sungai St Lawrence. Tanpa diduga, mereka berdua hari itu memperoleh tangkapan yang luar biasa.

Rene dan Raymond waktu itu sedang menyusuri tepi laut. Keduanya mengendarai kapal berukuran kecil. Saat berlayar mereka melihat jaring mereka bergerak-gerak di antara batu-batu di pantai. Setelah mereka mendekat dan mengangkat jaringnya, ternyata di balik gerakan itu tersangkut udang raksasa seukuran tubuh manusia dewasa.

Melihat hal itu, keduanya lalu mengambil senapan untuk melumpuhkan udang nahas itu.

"Ini adalah tangkapan paling sulit dalam hidup saya," kata Kirouac, seorang nelayan yang telah berpengalaman.

Rupanya tidak mudah melumpuhkan udang raksasa seberat 145 kg ini. Perlu 16 amunisi dan memukul kepalanya dengan sekop baru udang raksasa itu tak bergerak. Keduanya senang setelah hasil tangkapannya mati. Keduanya lalu berpose dengan mengangkat udang tersebut untuk didokumentasikan.

Profesor Denis Langevin, Ahli biologi dari University of Quebec di Rimouski (UQAR) bersama tim langsung menuju ke lokasi penemuan udang raksasa untuk melakukan identifikasi dan menganalisnya. Profesor Denis Langevin percaya bahwa dengan ukuran sebesar itu udang tersebut memangsa mamalia laut untuk mempertahankan hidupnya.

Udang biasa hanya bisa tumbuh rata-rata sekitar 15 - 16 cm sampai mencapai usia dewasa.
Berita Kita, Mungkin apa yang dilakukan lelaki ini tidaklah sehebat bukti cinta Shah Jahan yang membangun Taj Mahal untuk istrinya. Namun, usahanya patut diacungi jempol. Gara-gara tidak sanggup melihat istrinya dihina saat meminta air di rumah orang kaya, seorang lelaki di pedesaan India dilaporkan akhirnya menggali sumur sendiri untuk istrinya.

Menurut Newshub, Sabtu (21/05/2016), Bapurao Tajni yang berasal dari Kalambeshwar, Nagpur, menggali sumur tersebut selama 40 hari seorang diri. Tajni berasal dari kasta orang miskin di sana. Hal ini membuatnya selalu meminta air ke rumah orang kaya di desa tersebut.

Bagaimanapun, suatu hari saat istri Tajni meminta izin mengambil air dari sumur si orang kaya, permintaanya ditolak dengan penuh penghinaan. Tentu, istri Tajni melaporkan hal tersebut ke suaminya.

Tajni yang mendengar hal tersebut merasa sakit hati, sekaligus iba pada istrinya. Dengan modal nekat, ia mencoba menggali sumur yang sejatinya dikerjakan minimal lima orang.

Usaha Tajni yang berusaha menggali sumur seorang diri membuat orang-orang di kampungnya terkejut. Banyak yang menganggap pria ini gila dan melakukan pekerjaan yang sia-sia. Tambahan pula, tidak ada orang yang berhasil mencari air di wilayah itu sebelumnya karena kawasannya yang berbatu.

Walau demikian, Tajni tidak putus asa. Ia berusaha untuk membuat istrinya bahagia. Setelah bilangan minggu, pekerjaan Tajni membuahkan hasil. Air memancar dari retakan tanah. Tajni pun segera naik ke atas untuk memanggil istrinya.
Kini, tak ada lagi yang meremehkan Tajni. Keberhasilannya menggali sumur juga tak membuat Tajni lupa daratan. Ia membagi air kepada tetangga yang membutuhkan.

Berita Kita, ditangkap sSeorang pendeta etelah diduga mengundang orang untuk makan daging goreng , yang ternyata adalah daging manusia, menurut kepolisian di Nigeria .

Polisi Ondo Nigeria mengatakan bahwa mereka telah menangkap Adeniyi Johnson , yang merupakan pendeta di gereja Winners Chapel , setelah ia tertangkap makan daging manusia goreng .

Pendeta itu ditahan setelah ia mengundang orang untuk bergabung dengannya untuk makan .

Johnson kemudian meletakkan daging goreng di atas nampan dan mengajak orang-orang untuk makan .

Namun , beberapa warga memperingatkan bahwa makanan tersebut tampaknya adalah daging manusia .

Johnson ditangkap , dan dia mengatakan kepada polisi bahwa Allah memerintahkan kepadanya untuk berbagi daging manusia dengan orang lain dalam rangka menyelamatkan anak Afrika yang sekarat .

Dia memohon polisi untuk membiarkan dia pergi agar dapat melanjutkan misi Allah.

Pejabat gereja Winners Chapel mengatakan bahwa pendeta tersebut telah dipecat bulan lalu , setelah ia menunjukkan tanda-tanda penyakit mental . (World News)
Berita Kita, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Badrodin Haiti mengeluarkan surat larangan terhadap masyarakat atau sipil menggunakan atribut berkenaan dengan Turn Back Crime.

"Ya, memang sudah masuk di kita surat larangan penggunaan atribut khusus polisi atau interpol tersebut digunakan oleh masyarakat umum (sipil)," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Senin (23/5).

Menurut dia, bagi masyarakat yang melanggar akan ada sanksi pidana kurungan penjara selama tiga bulan.

"Kapolri melarang pengenaan pakaian 'Turn Back Crime' itu bagi warga sipil karena pakaian tersebut sering disalahgunakan untuk memperlancar tindak kejahatan," katanya.

Jenis baju yang dilarang itu, ia melanjutkan, pakaian berwarna biru dongker bertuliskan Turn Back Crime disertai tulisan polisi atau atribut Polri.

"Baju jenis itu dikhususkan hanya kepada petugas interpol dan anggota Polri, jadi tidak diperkenankan masyarakat umum ikut menggunakan atribut tersebut," kata dia.

Apalagi, ia menyebutkan, kemarin ada laporan bahwa petugas menangkap tersangka pencuri motor yang sengaja menggunakan atribut serupa untuk mempermudah atau memperlancar aksi kejahatan mereka.

"Polresta Bandarlampung maupun jajaran lainnya juga sudah beberapa kali mengungkap kasus kejahatan dengan disertai atribut tersebut, sehingga guna meminimalisasi terjadinya penyalahgunaan, Kapolri mengeluarkan putusan tersebut," katanya.

Sebelumnya, anggota Brimob gadungan terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan spesialis mengincar sasaran sepeda motor, dengan modus operandi berkeliling mencari target anak di bawah umur yang tengah mengendarai sepeda motor.

Tersangka mencuri sepeda motor dengan mengaku sebagai anggota Brimob, dengan berbekal baju kaos bertuliskan Turn Back Crime.

"Dengan bermodalkan kaos itu, tersangka berkeliling mencari target anak-anak di bawah umur yang berkendaraan sepeda motor, setelah mendapatkan target, pelaku langsung menanyakan kelengkapan surat kendaraan dan jika tidak ada lalu mengambil sepeda motor tersebut," kata dia lagi.

Menurut Kompol Dery Agung Wijaya, dalam laporan yang diterima oleh Polresta Bandarlampung sudah tiga kali hal yang sama terjadi.

Friday, May 20, 2016



Berita Kita, Seorang wanita harus merasakan rasa sakit akibat rahangnya yang tak mau menutup kembali, setelah berteriak dengan heboh dalam sebuah permainan kartu.

Dikutip dari Mirror, ia menderita sakit di bagian bibirnya saat tengah dalam perjalanan pulang menggunakan kereta.
Akibatnya, ia harus segera dilarikan ke rumah sakit unntuk mendapatkan perawatan medis.

Sang wanita, Jiao Yuan (40), bersama sang suami, Jiao Chiu (40), dan beberapa orrang temannya yang lain pada saat itu tengah melakukan perjalanan menggunakan kereta ke daerah selatan China, yakni Kota Guangxi.

Awalnya perjalanan tersebut diperkirakan akan memakan waktu 28 jam, di saat mereka melakukan perjalanan dari kota Nanning menuju Kota Qingdao, sebelah timur Provinsi Shandong.

Unntuk mengusir rasa bosan, mereka pun memutuskan unntuk bermain kartu. Tak lama setelah kereta meninggalkan stasun, mereka pun mulai memainkan kartu tersebut.

Menurut Yuan, istrinya sering mendapatkan kartu yang bagus, yang membuatnya merasa sangat senang.
“Hal itu membuatnya berteriak dan tertawa kegirangan.” katanya.

Akan tetapi, tawanya tersebut berubah menjadi rasa sakit setelah ia membuka mulutnya dengan sangat lebar unntuk mengekspresikan kebahagiaannya, hingga membuat rahang mulutnya bergeser dan tak mau menutup.

Mengetahui hal inni, Yuan memberitahu masinis kereta tersebut, yang jugga menginformasikan petugas stasiun terdekat akan keadaan gawat tersebut.

Setelah sepakat, masinis memutuskan unntuk mempercepat laju keretanya menuju stasiun berikutnya, di Kota Guilin, dimana tim medis sudah menunggu disana.

Setelah menjalani perawatan selama dua jam, rahang nya pun dappat dikembalikan ke kondisi semula, meski belum diketahui pasti apakah ia kembali meneruskan perjalanannya ke Qingdao atau tidak. (*)
 

Thursday, May 19, 2016

Berita Kita, Sekitar tahun 2009, karier Michael Leksodimulyo terbilang sukses. Posisinya Wakil Direktur Rumah Sakit Adi Husada Undaan di Surabaya, Jawa Timur. Tidak lama lagi, jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi ini bakal menduduki posisi nomor satu di rumah sakit swasta di Surabaya tersebut. Akan tetapi, Michael memutuskan mengundurkan diri. Dia memilih mengabdi untuk masyarakat kecil.

Keputusan tersebut diambil Michael setelah dia diajak berjalan-jalan dengan Hana Amalia Vandayani, yang kini Ketua Yayasan Pondok Kasih. Hana membawa Michael mengunjungi kantong-kantong kemiskinan di Surabaya.

Dalam perjalanan, tiba-tiba Michael bertemu wanita tua yang cacat. Nenek tersebut ngesot di jalan raya saat tengah siang yang terik. Tubuh wanita itu kumal, bau, dan berkeringat. Tiba-tiba, Hana turun dari mobilnya. Dia mengusap wajah serta keringat nenek tersebut. Wanita itu dirangkul, diusap, diciumi dan diberi makanan.

Kejadian tersebut ternyata membuat hati Michael menangis dan tergetar. Dia memutuskan meninggalkan kariernya dan menjadi dokter bagi kaum miskin. ”Memberikan sesuatu kepada sesama jangan hanya didasarkan pada belas kasihan, melainkan cinta. Dengan cinta kasih, kita lega mencurahkan segalanya, baik tenaga maupun waktu,” tutur Michael seperti dikutip Kompas.com dalam artikel Klinik Keliling untuk Kaum Marjinal pada 1 September 2011.

Sejak itu hingga sekarang, Michael memberikan pelayanan dan penyuluhan kesehatan gratis kepada warga Surabaya yang tinggal di kantong-kantong kemiskinan. Dia bangga disebut sebagai dokter spesialis gelandangan.

Michael memang memiliki cita-cita menjadi dokter sejak kecil. Ketika keinginan tersebut diutarakan Michael kecil, orang tuanya hanya bisa menangis. Sebab, mereka terkendala biaya untuk mewujudkan impian putranya. Orang tua Michael hanya penjual pakaian di Pasar Turi Surabaya yang sudah beberapa kali terbakar.

Walau demikian, keinginan Michael kecil tak kandas. Dia tetap rajin belajar mengejar cita-citanya. Dia juga berdoa kepada Tuhan agar dilapangkan jalan menuju impiannya menjadi dokter. Dia berjanji akan menjadi pelayan masyarakat apabila berhasil menjadi dokter.
Cita-cita tersebut akhirnya perlahan-lahan bisa dicapai. Dengan dukungan dari orang tuanya, Michael bisa sekolah kedokteran di Universitas Airlangga. Dia juga sempat sekolah manajemen rumah sakit dengan beasiswa.

Lulus dari sekolah kedokteran, Michael berpraktek sebuah puskesmas di tempat terpencil di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di tempat itu, dr Michael merangkap menjadi dokter umum, spesialis obgyn, hingga dokter gigi lantaran petugas puskesmas hanya dia. Bahkan dia pernah diminta membantu sapi yang mau melahirkan. Selama tiga tahun di Berau memperkaya pengalamannya sebagai dokter.

Selepas dari Berau, karier Michael melesat. Mulai berpraktek di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya hingga menjadi Wakil Direktur Rumah Sakit Adi Husada. Setelah keluar dari Rumah Sakit Adi Husada, kini suami Herlina Apriontonita tersebut bergulat di Yayasan Pondok Kasih. DIa menangani ratusan komunitas miskin dengan jumlah ratusan keluarga. Yayasan Pondok Kasih juga mendirikan puluhan klinik.

Dia juga memberikan pelayanan gizi bagi masyarakat terpinggirkan yang tinggal di atas makam. Pada 2011, Michael menyelenggarakan kawin massal yang diikuti 5.451 pasangan se-Jabodetabek. Kegiatan tersebut mendapat rekor MURI dan diliput media internasional.

Selain pengobatan gratis, dia dan timnya kerap memberikan bantuan makanan sehat dan susu ke anak usia balita kurang gizi di kantong kemiskinan di Surabaya. Total rata-rata 4.500 anak usia balita yang teratasi program ini per bulan.

Michael sadar para pasiennya yang merupakan warga miskin tidak bisa selamanya mengandalkan bantuan. Untuk itu, dia memprakarsai program yang mendorong kemandirian warga. Di antaranya pelatihan membuat kerajinan tangan, seperti sulaman. Para mantan pengemis dilatih dan diberi modal Rp 500 ribu per orang. Setelah itu, hasil karya mereka dipasarkan ke luar negeri melalui Yayasan Pondok Kasih.

Soal sumber dana untuk pengobatan gratis dan program pemberdayaan masyarakat, Michael mendapatkannya dari hasil sumbangan masyarakat, khususnya pengusaha lokal, ditambah bantuan dari luar negeri yang masuk melalui Yayasan Pondok Kasih. Hati para pengusaha lokal tergerak dengan apa yang dilakukan Michael. Karena memiliki keterbatasan waktu, mereka akhirnya menjadi penyumbang dana.

Tidak hanya sebagai dokter, Michael ternyata memiliki talenta lebih dari Tuhan. Kemampuannya berkomunikasi membuatnya kerap diminta menjadi pembawa acara pernikahan dan pembawa acara di televisi lokal ataupun penyiar di radio swasta. Dari situ pula dia memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pelajaran yang bisa diambil dari cerita Michael adalah materi bukanlah segala-galanya. Cinta kasih bukanlah untuk diperlihatkan, melainkan diberikan kepada sesama. Begitulah wujud kecintaan Michael terhadap kehidupan.
Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua Amin.
Berita Kita, Sidang lanjutan bentrok ormas (organisasi masyarakat) di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar pada Kamis (19/5/2016) berlangsung mencekam.

Pihak kepolisian dari Brimob Polda Bali bersenjata lengkap, anggota Polsek Denpasar Barat, serta Polresta Denpasar diturunkan setelah dua ormas yang terlibat bentrok pada 17 Desember 2015 itu datang ke PN Denpasar dengan membawa ratusan anggota.

Pantauan di lokasi, awalnya hanya ada sekitar 300 anggota dari satu ormas yang memenuhi area sekitar PN Denpasar untuk memberi dukungan 14 rekannya yang menjadi terdakwa dalam kasus bentrok yang menewaskan dua orang ini.

Namun pada pukul 14.00 Wita, terlihat sekitar 200 anggota dari ormas berbeda juga datang dan berkumpul di depan PN Denpasar.

Mereka merupakan kelompok dari dua korban tewas.

Beruntung, ratusan petugas kepolisian dari Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Barat yang sudah berjaga di PN Denpasar langsung menghalau  massa.

Mereka tidak diizinkan masuk ke PN Denpasar untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Sudah bubar karena tidak diizinkan masuk PN,” ujar seorang petugas kepolisian.

Dalam sidang dihadirkan 11, dari total 14 terdakwa.

Sidang yang dipimpin Achmad Peten Sili ini mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi, di antaranya saksi dari kepolisian, saksi sekaligus terdakwa, dan saksi korban.

Tak seperti biasanya, sidang kali ini mendapat pengamanan sangat ketat dari aparat kepolisian.

Tampak satu pleton brimob polda bersenjata lengkap, Polisi Polsek Denpasar Barat serta Polresta Denpasar berjaga di sekitar halaman PN denpasar serta di dalam ruang sidang.

Saksi pertama yang diperiksa adalah anggota buser Polresta Denpasar yakni IG Ngurah Suteja.

Dalam keterangan di hadapan majelis hakim, Suteja mengungkapkan, dirinya saat itu mendapat perintah dari atasan untuk merapat ke Lapas Kerobokan karena terjadi kerusuhan.

Dalam perjalanan dari arah Panjer menuju Lapas Kerobokan, ia melewati Jalan Teuku Umar.

Ketika sampai di simpang jalan Teuku Umar-Jalan Pulau Batanta, Suteja melihat kerumunan massa.

Ia kemudian melihat mayat penuh luka dan darah di areal jembatan, di samping rumah makan padang Simpang Ampek.

“Kejadian bentroknya saya tidak tahu. Tapi, saya lihat mayat di jembatan kecil di Simpang Ampek,” tutur Suteja. Belakangan diketahui mayat tersebut adalah Ketut Budiarta.

Saksi selanjutnya yang diperiksa adalah Leo Kadek Peni dan I Wayan Nila.

Keduanya yang juga berstatus sebagai terdakwa karena merupakan anggota dari 11 terdakwa pengeroyokan.

Dalam keterangannya, Peni menyebut jika dirinya menuju Kerobokan karena mendengar ada bentrok dengan anggota ormas lain.

Dirinya menyatakan, berangkat ke Kerobokan bersama rombongan terdakwa lain mengendarai dua mobil.

Diungkapkan Peni, saat terjadinya pengeroyokan korban Ketut Budiarta dihabisi menggunakan senjata tajam berupa pedang, tombak, dan stik golf. Menurut kesaksian Peni, senjata tajam tersebut adalah milik Ishak alias Pak Is.

Barang bukti berupa senjata tajam, tombak dan stik golf ditunjukkan di hadapan majelis hakim persidangan.

Kesaksian serupa disampaikan Wayan Nila.

“Saya lihat yang bawa senjata Pak Is,” ujar Peni.

Berdasarkan hasil visum, korban Ketut Budiarta mengalami luka-luka pada dada sisi kanan, punggung, lengan, telapak bawah tangan, serta dada kanan tembus senjata tajam hingga paru-paru.

Sementara dua terdakwa lain yakni Ishak dan I Gusti Agung Ngurah Niriyawan alias Gung Iwan tak membantah kesaksian kedua rekannya.

Di tengah persidangan, terdakwa Gung Iwan menyerahkan selembar surat.

Isi dari surat itu adalah permintaan penahanan dari Rutan Klungkung ke Lapas Kerobokan.

Gung Iwan minta dipindah ke Kerobokan agar keluarga bisa menjenguk.

Namun, permintaan itu tidak dikabulkan hakim.

“Saudara ditahan di mana itu ada pertimbangan sisi keamanan. Nanti kami lihat perkembangannya. Mohon bersabar ya,” ujar Peten Sili.

Sementara untuk saksi korban batal dihadirkan di persidangan, karena alasan keamanan.

Sidang pun dilanjutkan pekan depan dengan agenda kembali pemeriksaan para saksi. (*)

Wednesday, May 11, 2016

Berita Kita, Penulis buku pelajaran SD era tahun 1980-an, Siti Rahmani Rauf atau yang biasa disapa Nenek Rauf meninggal dunia dalam usia 97 tahun.

Semasa hidupnya, Nenek Rauf dikenal sebagai penulis buku ‘Ini Budi’ yang menjadi buku pelajaran wajib bagi siswa SD.

"Ya betul ibu Siti Rahmani Rauf meninggal dunia semalam pukul 21.20 WIB di rumah," kata Kamerni Rauf, anak Siti Rahmani Rauf, Rabu (11/5/2016).

Wanita kelahiran Padang 5 Juni 1919 ini memang sudah sejak lama mengidap penyakit dan hanya bisa tergolek lemah di rumahnya. Selama sakit, Nenek Rauf dirawat dengan baik oleh anak-anaknya.

Rencananya, setelah salat zuhur, jenazah Nenek Rauf akan dimakamkan di TPU Karet Bivak. "Insya Allah ba'da zuhur akan dimakamkannya. Kami pihak keluarga mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya dan semoga arwah almarhumah diterima Allah," tutupnya. (Fds)

Tuesday, May 10, 2016

Pesan Dari Ibunda Daffa Untuk Para Ibu Yang Kerja Di Luar:
Assalammualaikum wr.wb,

Working mom ataupun Full mom bagi saya adalah sebuah pilihan, pada saat Alm. Daffa berusia 6 bulan saya memilih menjadi Working mom, niat yang sama dengan working mom yang lain “membantu suami” memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Jangan ditanya, bagaimana perasaan saya saat itu, berat sekali rasanya meninggalkan bayi untuk bekerja, meskipun nenek nya sendiri yang mengasuh Alm. Daffa. Bisa dibilang waktu saya bersama Alm tidak terlalu banyak, berangkat pukul 08:00 pagi, pulang sampai rumah pukul 08:00 malam. Sudah bisa ditebak, sampai rumah lelah, masih harus mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci, memasak untuk MPASI Alm esok paginya (saya kerjakan malam), saat Alm berusia 6 bulan saya masih tergolong sebagai ibu muda, berusia 24 tahun, bisa dipastikan emosi belum stabil.
Kesibukan sebagai Working mom, ditambah saya tidak bisa mengatur waktu untuk memenuhi segala kebutuhan Daffa, membuat asupan gizi, asupan kasih sayang, asupan perhatian untuk Daffa jauh dari batas cukup (Alhamdulillah imunisasi 5 dasar lengkap) , ditambah saat usia Daffa menginjak 3 tahun 7 bulan sang adik lahir, makin berkurang perhatian saya untuknya.

Saya akui, saya ibu yang bodoh, saya tidak dapat menangkap sinyal-sinyal yang diberikan Daffa, bahwa dia butuh perhatian, bahwa dia merasa tersisihkan. Mengapa saya begitu telat berfikir, ketika tiba-tiba saja Daffa berubah menjadi sangaaaat nakal, tiba-tiba saja Daffa berubah menjadi anak yg tidak menurut, tidak seperti sebelum adiknya lahir.
Saya jadi lebih sering marah terhadapnya, lebih sering cepat terpancing emosi saat mendengar rengekannya, dan lebih bodohnya, saya meminta anak usia 3 tahun 10 bulan itu untuk bersikap lebih dewasa karena sudah punya adik…, dimana fikiran saya saat itu…??? Yaa Allah ampuni saya….

Pada Maret 2015, Arkha berusia 6 bulan, saya putuskan untuk berhenti kerja, karena saya mulai berfikir untuk benar-benar merawat Daffa dan Arkha. Daffa mulai terlihat tidak se-sehat seperti biasanya, badannya mulai kurus, nafsu makan memang sudah kurang semenjak dia berusia bulanan. Saya berfikir pasti karena saat Daffa memulai MPASI nya dulu saya tidak benar-benar mensupport kebutuhannya, sehingga ia tumbuh menjadi balita pemilih makanan.
23 Maret 2015 Daffa berusia 4 tahun dan berat badannya hanya 12 kg dengan tinggi badan 105 cm. Akhir Maret kondisinya benar-benar mengkhawatirkan, Daffa selalu muntah saat kami mengajaknya pergi keluar. Makanan selalu tidak bertahan lama dalam lambungnya, lalu keluar kembali, demam disertai batuk-pilek dengan waktu yang lumayan lama 8-10 hari.

06 April kami membawanya ke puskesmas, hasil tes darah menunjukkan Daffa hanya anemia dan kekurangan gizi, sedangkan demamnya hanya diberikan paracetamol dan antibiotik. Sepulang dari puskesmas saya coba berikan terapi yg disarankan dokter puskesmas, sampai 10 hari kemudian panasnya tak jua hilang.
Saya berkeyakinan Daffa bukan hanya demam, anemia, dan gizi buruk biasa, saya bawa Daffa berobat ke Rsud Cengkareng, dengan harapan dokter Spesialis Anak akan memberikan jawaban dan penanganan yg tepat untuk masalah kesehatan daffa. Masalah biaya biar Allah yg mengatur (karena jika tidak dapat rujukan kami datang sebagai pasien umum).

Ternyata kekhawatiran saya terjawab, dari hasil mantoux, gambaran darah tepi dan hasil scoring Daffa mengidap Flex paru atau TB, kaget…?? Saya lebih shock…. Bagaimana bisa daffa mengidap TB…? Siapa dan apa yang menularkannya…?? Apa saya temukan jawaban…?? Tidak…! Saya tidak tahu apa-apa tentang Daffa, saya sibuk dikantor, saya sibuk dgn pekerjaan rumah, saya sibuk sebagai ibu baru untuk Arkha…. Saya lalai, saya tidak tahu dengan siapa saja Daffa bermain, punya riwayat TB kah..? Saya tau..?? Tidak..! Saya tidak tahu, sampai kuman TB itu hinggap di tubuh mungilnya, menginfeksi paru nya… Ooh tidak bukan menginfeksi paru, sampai saya tau pada hari naas itu,
18 Juni 2015 Daffa harus dirawat karena semenjak pengobatan TB dimulai pada April demam Daffa tidak kunjung reda, hari itu Daffa masih merengek minta pulang, menangis, memohon kepada kami untuk membawanya pulang, namun besar harapan kami setelah beberapa hari saja Daffa dirawat ia akan pulih, kami berharap, kami memiliki harapan itu, namun tidak pada kehendakNYA,

20 Juni Daffa sudah tidak sadarkan diri, 21 Juni CT scan pertama dalam hidupnya, dan kejamnya, kuman terkutuk itu menginfeksi disana… di otaknya, hancur hati saya seketika itu juga, saat itu semua memori bagaikan roll film yang dipurptar berulang-ulang menggambarkan kembali betapa saya adalah ibu yang tidak berguna, ibu yang lalai.
Berbulan-bulan saya disana, menunggu, tetap berharap senyum ceria nya, segala keusilan miliknya, dan tingkah nakalnya akan kembali menjadi milik saya, namun ketika mendapati hasil CT scan yg menggambarkan betapa terkutuknya kuman itu telah membuat aliran air di otak tersumbat, kesabaran saya kembali di uji, operasi..?? Apa yg akan mereka lakukan dengan otak kecilnya…?? Memasukan selang…?? Apa dampaknya jika tidak saya lakukan? Dan berapa persentase keberhasilannya…??

Jawabannya 50:50, resiko yg ditimbulkan akibat operasi akan sama besarnya dengan resiko jika tidak dilakukan operasi. Lalu apa yg harus saya ambil..??? Dua-duany sama-sam beresiko…?? Berat…?? Sangaat berat. Namun banyak sekali org yg perduli terhadap Daffa, para baik hati dari FP 1000 doa untuk Daffa banyak yg mengingatkan, bahwa seberat apapun masalah yang harus kita lewati, kembalikanlah kepada PemilikNYA, karena Dia jua yang memiliki jalan keluar atas masalah tersebut.
Dari ribuan doa yang saya lantunkan, hanya satu permintaan saya pada yang Maha Kuasa, “Mohon diberikan yang terbaik, dari segala yang terbaik untuk Daffa” karena mungkin yang buruk menurut kita belum tentu buruk bagi Allah, dan yang baik menurut kita, belum tentu baik bagi Allah. Dan Allah memberikan yang terbaik untuk Daffa, dengan mengangkat seluruh rasa sakitnya, dengan memberikannya kesembuhan, dimana tidak ada rasa sakit setelahnya, Daffa yang sempat memohon dan meminta untuk pulang, akhirnya benar-benar pulang pada 05 oktober 2015,

40 hari setelah menjalani operasi vp-shunt, dan atau setelah 3 bulan 2 minggu dirawat tanpa sadarkan diri, secara khusus daffa diantar pulang menggunakan mobil milik RSUD Cengkareng, yaitu mobil jenazah. Allah telah menegur saya, dengan mengambil kembali milikNYA, bahwasanya saya adalah ibu yang lalai, yang tidak baik dalam mengurus, merawat dan mendidik titipan yang Allah telah amanahkan.
Kini yang tersisa hanya janji dalam hati saya, janji yg saya iringi dengan perbuatan nyata, takkan ada lagi Daffa-daffa selanjutnya dalam hidup saya, saya Full mother sekarang, tidak ada yang lebih berharga dibandingkan full time untuk buah hati tercinta, tumbuh bersamanya, tertawa bersamanya, belajar bersamanya, melihat setiap momen-momen tumbuh kembangnya yang tidak akan terulang lagi sampai kapanpun.

Working mom ataupun Full mother….?? Itu pilihan masing-masing, namun bagi saya pribadi, rejeki saya sudah Allah titipkan bersama peluh suami saya, rejeki Arkha pun sudah Allah titipkan melalui tangan ayahnya, jadi saya kembali kepada fitrah saya sebagai seorang wanita, bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya….
Dalam kesempatan ini pula, saya ingin ucapakan beribu-ribu rasa terimakasih yang tidak terhingga, bagi para baik hati yang sudah mendoakan Daffa selama dirawat sampai Daffa berpulang ke rahmatullah, dan terkhusus bagi para baik hati yang telah menyempatkan waktunya untuk menjenguk Daffa dan memberikan sedikit rejekinya untu membantu keperluan Daffa selama dirawat, bahkan sampai dikebumikan, maaf tidak bisa saya sebutkan satu per satu, terimakasih sudah mau menjadi saudara baru bagi saya sekeluarga.

Akhir kata, saya memohon maaf kepada seluruh baik hati FP 1000 doa untuk Daffa, jika dalam setiap tulisan saya ada kata-kata yang mungkin kurang berkenan dihati para baik hati semuanya, dan maafkan saya kepada yang telah memberikan saran agar FP ini tidak ditutup, namun saya tidak indahkan, saya hanya ingin menyimpan semua kenangan baik dan manis saja bersama Daffa, sedangkan FP 1000 doa untuk Daffa hanya akan terus membangkitkan rasa pedih, sedih, kecewa dan bersalah dalam hati saya.

Wassalammualaikum wr.wb

Ditulis oleh Sri Marlia, ibunda Alm. Daffa.

Sunday, May 8, 2016


Berita Kita, Elang Gumilang, tidak berubah sejak 8 tahun lalu saya mengenalnya, tetap bersahaja.. Setiap yang keluar dari mulutnya selalu bermakna. Sudah enam kali saya tidur sekamar dengannya, ketika dulu kami mengisi seminar bareng di berbagai kota. Ngobrol hingga larut malam, mendengar visinya tentang ekonomi Islam yang selalu membuat saya mendengkur duluan. Ilmunya melesat jauh di depan, visinya sudah 100 km ketika saya masih 1 km.
Tiap pagi di kamar dia yang minta ijin sholat dhuha duluan, khusuk diatas sajadah kecilnya. Sejak remaja sudah menempa hidupnya jualan donat, jualan minyak, sampai ketika kuliah IPB, tidak malu jualan lampu di kampusnya. Semua jadi ilmu yang menempa hidupnya.

Elang Gumilang, yang namanya ketika dipanggil sebagai pemenang pertama ajang bergengsi entrepreneur 2007, dia langsung sujud syukur di atas panggung, disaksikan 2000 lebih pasang mata di JCC, di usianya yang baru 22 tahun sudah berbisnis property dan membangun ratusan rumah sederhana untuk masyarakat bawah di Bogor. Selalu menganggap dirinya orang kampung, ketika dulu harus tidur dipinggir sumur, bersebelahan dengan knalpot motor, akhirnya dia sering tidur di masjid agar dapat tempat yang lebih lega, sekaligus dia bisa mewakafkan waktunya disela kuliah membersihkan masjid.

Obrolan panjang kami berlanjut kemarin siang di kantornya yang megah di pinggiran kota Bogor. "Sejak bisnis dulu saya mengandalkan hutang bank konvensional mas, bertahun-tahun gak terasa hutang saya 40 Milyar. Sebulan saya harus membayar 600 juta ke bank, dan hutang pokoknya hanya berkurang sebagian, selebihnya adalah bunga…" Dia mulai bercerita. Saya mulai memasang frekuensi telinga di radar paling tinggi untuk menangkap semua ceritanya. "Kita yang terus menggerakkan bisnis ini, susah payah, tapi ketika kita belum ada penjualan bank tidak mau tau, kita tetap dipaksa harus membayar. Setiap saya lihat laporan keuangan, hutang saya tidak berkurang banyak, beban bunganya justru makin bertambah" Lanjutnya..

"Akhirnya saya memutuskan harus segera meninggalkan riba ini, mencari cara lain berbisnis tanpa hutang bank.." Proses detailnya gimana Lang? Tanya saya "Tidak semua langsung lunas mas, saya pun bertahap satu-satu.
Pertama: saya memindahkan hutang saya di Bank Syariah, dengan akad setiap bulan bunganya tidak lebih besar dari pokoknya, dan ternyata bisa, tiap bulan pokok hutang saya terus menurun" Mmmmm… "
Kedua: saya mulai fokus menggenjot penjualan rumah saya mas, permintaan juga makin banyak, setiap ada pemasukan langsung buat ngelunasin hutang" Mmm.. Yayaya, terus?

Ketiga: Karena ijin sudah lengkap, tanah yang di akuisisi juga makin bertambah, ada tawaran akuisisi proyek dari Sedco Saudi Arabia senilai 270 Milyar mas, saya sudah tidak mau melibatkan bank. Lalu saya menerbitkan Sukuk (Obligasi Syariah) senilai 400 Milyar. Proyek Perumahan itu bisa senilai dua kali lipatnya kalo jadi nanti. Dan Allah benar-benar mudahkan mas, Garuda gabung membeli sukuknya 80 Milyar, Pertamina 90 Milyar dan lain-lain, sampai total modal 400 Milyar terkumpul, hutang saya di bank pun sudah lunas semua" Wow!

Gimana sistem bagi hasilnya Lang? "Perjanjian sesuai DSN (Dewan Syariah Nasional) yaitu Sukuk Ijarah (Sewa), 14% dalam tempo 2 tahun. Kalo dengan pajak, biaya2 sekitar 20%. Jadi misal kalo Telkom membeli Sukuk saya 80 Milyar, tahun kedua akan mendapatkan 96 Milyar." Kalo misal rugi dan tidak terbayar lang? "Nanti asset dilelang mas, itulah adilnya sesuai syar'i, misal semua asset laku 600 Milyar, semua pembeli sukuk akan kebagian dari total 400 Milyar + 20%nya = 480 Milyar, yang sisanya 120 Milyar itulah asset perusahaan saya" Mmmm..

Ya ya ya... saya tambah ilmu lagi. Saya membolak-balik laporan penilaian asset usahanya yang sudah dibuat dan dilaporkan OJK. Tiga tahun lalu masih diangka 11 digit, tahun ini assetnya sudah tembus 12 digit..
Saya tidak kaget..
Saya tidak iri..
Ini semua sudah seperti yang Elang katakan jauh-jauh hari kepada saya dulu.
"Mas baca deh Quran Ali Imran 26: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
"Semua ini milik Allah mas, kerajaan ini milik Allah, saya hanya mengelola saja, dan sewaktu-waktu Allah akan ambil jika Allah berkehendak. Ketika saya mantap meninggalkan riba, Allah kasih jalan lain yang lebih baik, asset saya tidak berkurang, justru makin bertambah.." Lanjut Elang.

Usianya masih 30 tahun sekarang, namun kemantapkan pola pikirnya sudah sangat matang. Ketika godaan kemewahan yang datang melanda, berapa banyak pengusaha yang tergelincir ketika tidak mampu menahan hawa nafsunya. Kami berjalan keluar, Elang mengajak saya ke lokasi satu perumahannya.

"Ini satu komplek termasuk rumah untuk saya dan keluarga saya mas, itu disana nanti rumah saya berdampingan dengan bapak ibu, masjid di tengah kompleks ini senilai 3 Milyar akan segera jadi mas, disana sudah siap sekolah untuk anak-anak yatim dan duafa, bagian belakang adalah tempat tinggal mereka. Sekarang 23 orang tinggal di rumah saya, besok kalo sudah jadi bisa menampung 100 anak disini semua"
Sore menjelang ketika saya belajar pada mantan penjual donat ini, wajahnya makin matang namun tetap bersahaja.

Ternyata Sampai sekarang puasa senin kamis masih rutin dijalaninya. Jika dia mau, membeli Ferrari atau Lamborghini seharga 5 Milyar cash pun dia sanggup melakukannya. Dia memilih cukup naik Honda CRV kemana-mana, hanya mobil biasa.. yang akan langsung berbelok ke masjid terdekat ketika panggilan adzan terdengar di telinganya..
Subhanallah..

Unordered List

Sample Text

Powered by Blogger.

Terpopuler