Berita Kita, Anjing yang mengigit puluhan warga disekitar Jalan Ngurah Rai dan Jalan Lethu Alit, Kelurahan Karangasem, Bali dinyatakan positif rabies.
Kondisi itu diketahui setelah instansi yang bersangkutan melakukan tes laboratorium beberapa jam lamanya di Provinsi Bali, minggu (16/8/2015) lusa kemarin.
”Dari hasil konfirmasi dengan Kabid Keswan Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem dinyatakan bahwa hasil laboratorium, anjing yang mengigit kemarin positive rabies,” ujar Kabag Humas Karangasem, I Made Supartha, Senin (17/8/2015) kemarin.
Dari hasil tersebut, korban gigitan yang berjumlah puluhan orang akan terus diberikan pengobatan guna tak terjadi apapun.
Terkait penanggulangan anjing rabies, lanjut Supartha, Dinas Peternakan berjanji akan kembali melakukan penyisiran kepada anjing yang sempat berkelahi dengan anjing rabies.
Selain itu, tambahnya, tim unit respon cepat dari Dinas Peternakan Karangasem juga berjanji akan melakukan langkah – langkah emergency dan investigas.
Vaksinasi dan eliminasi, serta sosialisasi akan terus dilakukannya guna meminimalisir kasus gigitan anjing di Kabupaten karangasem.
Apalagi populasi anjing di Karangasem yang belum mendapat vaksinasi jumlahnya ribuan.
Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Keluatan, I Ketut Artama mengungkapkan, jumlah populasi anjing di Karangasem saat ini mencapai angka 40 ribu.
Sebanyak 19 ribu ekor sudah mendapat vaksinasi, dan 7 ribu ekor telah dieliminasi. Sisanya masih belum tersentuh oleh Dinas terkait.
“Yang belum akan kita optimalkan akhir tahun ini. Cuma kita juga berharap kepada masyarakat agar turut serta berperan. Tidak hanya pemerintah saja, warga juga memiliki peran penting,” janji Artama.
Seperti diketahui, anjing yang sudah dinyatakan positive rabies, telah mengigit puluhan warga sekitar dalam hari yang bersamaan, Minggu (16/8/2015).
Mereka diantaranya, Made Tiya Oktaviani (5,5), I Made Pasek, lanjut Ni Nyoman Penti, I Wayan Seredeng (70), I Gusti Ayu Anom Oka, I Komang Marjaya (50), Ni Made Wati (51), Putu Dipa Wedya Putra (1), Nengah Yayu (70), dan Gusti Ayu Tirta. (*)
Kondisi itu diketahui setelah instansi yang bersangkutan melakukan tes laboratorium beberapa jam lamanya di Provinsi Bali, minggu (16/8/2015) lusa kemarin.
![]() |
| Ilustrasi |
”Dari hasil konfirmasi dengan Kabid Keswan Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem dinyatakan bahwa hasil laboratorium, anjing yang mengigit kemarin positive rabies,” ujar Kabag Humas Karangasem, I Made Supartha, Senin (17/8/2015) kemarin.
Dari hasil tersebut, korban gigitan yang berjumlah puluhan orang akan terus diberikan pengobatan guna tak terjadi apapun.
Terkait penanggulangan anjing rabies, lanjut Supartha, Dinas Peternakan berjanji akan kembali melakukan penyisiran kepada anjing yang sempat berkelahi dengan anjing rabies.
Selain itu, tambahnya, tim unit respon cepat dari Dinas Peternakan Karangasem juga berjanji akan melakukan langkah – langkah emergency dan investigas.
Vaksinasi dan eliminasi, serta sosialisasi akan terus dilakukannya guna meminimalisir kasus gigitan anjing di Kabupaten karangasem.
Apalagi populasi anjing di Karangasem yang belum mendapat vaksinasi jumlahnya ribuan.
Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Keluatan, I Ketut Artama mengungkapkan, jumlah populasi anjing di Karangasem saat ini mencapai angka 40 ribu.
Sebanyak 19 ribu ekor sudah mendapat vaksinasi, dan 7 ribu ekor telah dieliminasi. Sisanya masih belum tersentuh oleh Dinas terkait.
“Yang belum akan kita optimalkan akhir tahun ini. Cuma kita juga berharap kepada masyarakat agar turut serta berperan. Tidak hanya pemerintah saja, warga juga memiliki peran penting,” janji Artama.
Seperti diketahui, anjing yang sudah dinyatakan positive rabies, telah mengigit puluhan warga sekitar dalam hari yang bersamaan, Minggu (16/8/2015).
Mereka diantaranya, Made Tiya Oktaviani (5,5), I Made Pasek, lanjut Ni Nyoman Penti, I Wayan Seredeng (70), I Gusti Ayu Anom Oka, I Komang Marjaya (50), Ni Made Wati (51), Putu Dipa Wedya Putra (1), Nengah Yayu (70), dan Gusti Ayu Tirta. (*)



0 comments:
Post a Comment