Wednesday, August 12, 2015

DENPASAR Berita Kita, Nasib pohon-pohon perindang di sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar bakal sirna.

Pohon-pohon yang sudah mulai tumbuh besar itu bakal dipotong, menyusul proyek pemasangan u-ditch dan trotoarisasi guna menanggulangi banjir.

Tentu, selain kehilangan perindang dan paru-paru kota, juga berdampak pada anggaran yang terbuang sia-sia.

(DKP Denpasar Minta Pohon Tabebuya Usai Proyek Pemasangan U-Dith)

“Sebenarnya, sebelum menjalankan proyek tersebut, pihak balai (BPJN Wilayah VIII Bali) sudah berkoordinasi dan melakukan kesepakatan bahwa pihaknya akan melakukan penghijauan kembali,” ujar Kepala Bidang Pertamanan DKP Kota Denpasar, IB Eka Jayana, Selasa (11/8/2015).

Pohon-pohon yang telah ditebang di Kota Denpasar yakni pohon di sepanjang Jalan By Pass Ida Bagus Mantra sebanyak 70 pohon.

Seluruh pohon yang ditanam DKP Denpasar dipangkas habis, menyusul proyek jalan lambat dan trotoarisasi.
Selain itu, puluhan pohon lainnya juga akan ditebang untuk proyek trotoarisasi dan pemasangan u-ditch ini.

Yakni sebanyak 60 pohon di Jalan Setia Budi, dan Jalan Sutomo, Jalan Wahidin, dan Jalan Thamrin.

Akibatnya, puluhan juta rupiah yang dipakai untuk penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon ini terbuang sia-sia.
“Ada beberapa jenis pohon yang ditebang. Ada pohon sepatu dea, pohon angsana, dan lainnya. Itu campuran pohonnya. Harganya bibitnya dulu tidak terlalu mahal,” ujar Eka.

Meski demikian, DKP Denpasar mengaku tetap mendukung adanya proyek trotoarisasi demi mengatasi banjir di Kota Denpasar yang pasti terjadi setiap musim hujan tiba.

“Pada intinya kami tetap berkomitmen untuk bekerjasama. Kami mendukung apalagi untuk mengatasi banjir. Tapi bagaimanapun penghijauan juga harus ada,“ ujarnya.

“Nah, kita sudah sepakati dan sudah koordinasikan nanti agar ditanam pohon Tabebuya agar tidak mengganggu ruas jalan. Karena pohon Tabebuya akarnya tumbuh ke bawah,” jelasnya. (*)

0 comments:

Post a Comment

Unordered List

Sample Text

Powered by Blogger.

Terpopuler