Berita Kita, Pada penyelenggaraan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama
(NU) di Jombang Jawa Timur, para kandidat ketua umum dan rais aam diprediksi akan melakukan perang intelektual dan perang bathiniah untuk meluluhkan hati para muktamirin supaya bisa terpilih menjadi pemimpin NU untuk 5 tahun ke depan.
Muktamar tersebut juga melibatkan beberapa elemen pengamanaan. Selain personil gabungan sebanyak 2.000 personil kepolisian, TNI, dan Barisan Ansor Serba Guna (Banser), disebutkan ada elemen gaib yang menjaga muktamar tersebut.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Pagar Nusa Sapujagad, Ki Yusuf “Cokro Santri”. Dia mengatakan, perhelatan akbar 5 tahunan ini akan dijaga ribuan malaikat dan jin muslim dari seluruh dunia.
“Tujuan mereka adalah untuk mengamankan dan menetralisir persinggungan energi agar tercipta suasana damai dan kondusif, muktamar berjalan lancar menghasilkan kebaikan bagi umat di nusantara dan dunia,” kata Ki Yusuf
Dia menyebut untuk menetralkan energi negatif yang ingin mengganggu mukmatar, ia dan personil perguruan melakukan beberapa ritual, di antaranya menanam ramuan campuran minyak Funni Basalwa dan Kasturi di punjer (pusar) alun-alun.
“Yang kita lakukan penyelarasan daya, atau menetralisir kemungkinan adanya gangguan energi gaib negatif,” ucap Ki Cokro
Ditambahkan, jauh hari personil di perguruannya juga telah di-ijazahi (dibekali kekuatan) sebelum melaksanakan tugas pengamanan.
“Ada personil kasat mata dan personil, atau kekuatan tidak kasat mata. Termasuk, kekuatan jin muslim dan malaikat. Kekuatan itu, tidak hanya dari tanah Jawa, atau Indonesia, tetapi dari seluruh jagat semesta, utamanya yang menaruh simpatik,” kata Ki Cokro.
Dia juga mengatakan mendapat bantuan dari para kiai kampung yang punya semangat membantu pengamanan Muktamar. Mereka rutin melakukan Qijib Bala’ dan Qijib Nassar secara rutin.
“Mereka (para kiai kampung) ini, kekuatan dan jumlahnya juga cukup besar. Dan, kecintaannya sangat luar biasa kepada NU, tetapi mereka tidak mau terekspos,” kata dia.


0 comments:
Post a Comment