Anak merupakan buah hati kebahagiaan orangtua. Setelah beraktivitas seharian di luar
rumah dan pulang, lalu melihat anak-anak ceria rasanya hati ikut terasa
bahagia. Terlebih, jika anak-anak kita sehat dan pertumbuhannya maksimal.
Itu semua merupakan
kebahagiaan orangtua. Akan tetapi, ada kalanya anak-anak tidak seperti yang
diharapkan orangtua. Itulah saat-saat di mana orangtua akan membentak anak,
karena tidak sesuai dengan yang diinginkan. Padahal anak bukanlah miniatur
orang dewasa, mereka butuh perlakuan dan kebutuhan khusus.
Perhatian dan kasih sayang
orangtua sangat dibutuhkan anak-anak. Cara membesarkan dan memenuhi kebutuhan
anak itu yang biasanya salah. Dalam mendidik anak diperlukan pendekatan, agar
sang anak mudah mengungkapkan kemauan dan masalah yang dihadapi. Bukan
sebaliknya, dengan perlakuan kasar baik dengan perbuatan maupun ucapan.
Dampak anak sering dibentak
orang tua akan berakibat fatal untuk kehidupannya hingga dewasa. Hal itu tidak
hanya menimbulkan trauma psikis bahkan mengalami stres. Kondisi itu akan
berpengaruh pada lemahnya daya tahan tubuh dan kondisi psikologis anak.
Anak yang sering dibentak akan
merasa harga diri dan kepercayaan dirinya berkurang. Sebab itu si anak akan
merasa dirinya jelek dan tidak berharga dilingkungannya. Pantas saja mereka
minder dan tidak mau berteman dengan anak-anak sebayanya.
Dampak lainnya, anak
yang selalu dibentak secara tidak langsung sedang diajari bahwa perlakuan
membentak tersebut yang bisa menyelesaikan masalah dan melampiaskan emosi.
Mereka akan menganggap bahwa apa yang dilakukan orang tuanya merupakan bentuk
perhatian, sehingga akan terkonsep dalam pikiran anak bahwa untuk menyelesaikan
masalah harus dengan membentak-bentak.
Konsultan psikologi, Dra. Nani
Kartikaningsih mengungkapkan bagaimana seharusnya yang dilakukan orang tua
dalam mendidik anak. Beliau menjelaskan bahwa mendidik anak sebaiknya dengan
cara memberi perhatian dan aturan yang jelas. Tidak lupa libatkan anak dalam
pembuatan aturan tersebut.
Aturan yang telah dibuat harus
disepakati bersama dan selaras antara kedua orang tua, agar ketika si anak
melanggar maka tidak akan mengadu pada salah satu orang tua. Peraturan tersebut
berfungsi sebagai panduan atau batasan dengan rasa cinta kasih pada anak.
Orang tua juga harus
mengembangkan kemampuan berpikir secara positif sebab hal itu dapat membantu
pola pikir anak dalam mengatasi masalah di lingkungannya. Pola pikir positif
akan menyelesaikan masalah bukan sebaliknya dengan negative thinking.
Demikian dampak buruk sering
membentak anak yang tidak boleh para orang tua lakukan dalam mendidik anak.
Disertai solusi cara mendidik anak yang benar dari ahlinya semoga bisa
memberikan manfaat bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan
terbaiknya pada anak.



0 comments:
Post a Comment