
Berita Kita, Luluk Setyo Windari (38), Selasa (26/1/2016) sore ditemukan terbujur kaku di atas lantai kamar kosnya di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati.Dari mulut wanita asal Malang itu mengeluarkan muntahan.Cairannya berceceran di atas lantai keramik putih.Ia ditemukan sudah tak bernyawa."Waktu saya lihat sudah telungkup. Mulutnya mengeluarkan cairan seperti darah," kata Sayudi, teman kos Windari.Ihwal ini sontak membuat warga Banjar Abasan riuh.Kabar tersiar dengan cepat. Mereka berdatangan menuju kos wanita yang bekerja sebagai waitress (pelayan) itu.Warga begitu penasaran ingin menyaksikan apa yang terjadi.Beberapa dari mereka berdesakan satu sama lain sembari mengabadikan momen itu dengan kamera handphonenya.Tak berselamg lama, polisi datang.Pintu kamar Windari tidak terkunci.Televisi dan kipas angin juga masih menyala.Sementara kondisi kamar dalam keadaan rapi.Setelah melakukan identifikasi, police line pun langsung dibentangkan.Senin (25/1/2016) sore, dia sempat diantar keluar mentransfer uang ke bank oleh temannya, I Komang Widiana."Setelah ke bank, dia membeli dua kaleng susu. Kami kembali ke kos lalu saya tinggal. Saya tidak menduga akan begini. Tentu saya kaget," kata Widiana.Kapolsek Sukawati, Kompol Ketut Dana merunut kejadian sebelum korban meninggal.Ia memaparkan Windari sempat kejang. Kejadiannya sekitar 12 jam sebelum ditemukan.Lidahnya tergigit dan tangganya mengepal seperti meremas.Itu pertanda Windari menahan rasa sakit sebelumnya.Korban jatuh tertelungkup hingga kepalanya membentur lantai."Aliran darah banyak di kepala karena posisi tertelungkup. Wajah korban juga lebam karena posisi tertelungkup itu," jelas Kapolsek.Polisi lalu mencari petunjuk lain.Ditemukanlah ponsel pribadinya.Dalam ponsel itu ada pesan singkat Windari yang ditujukan ke teman kerjanya.Isinya, dia meminta izin tidak kerja karena dalam kondisi sakit."Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan SMS tersebut, menguatkan dugaan kalau korban meninggal karena sakit. Namun untuk memastikan tetap harus dengan autopsi terhadap mayatnya. Kami masih menunggu keluarganya," kata Kompol Ketut Dana.Setelah melakukan identifikasi, polisi langsung membawa jenasah Windari ke RSUP Sanglah. (*)
0 comments:
Post a Comment