Berita Kita, Beni (31), penggendara truk Nissan BP 9015 ZM langsung diamankan anggota Satlantas Polresta Barelang usai menabrak seorang pengendara sepeda Motor di penurunan Bukit Daeng depan Kampung Buton dari arah Mukakuning ke Batuaji, Batam, Rabu (13/4/2016).
Beni yang ditemui di Unit Lakalantas Polresta Barelang menuturkan, kejadian ini bermula ketika ia melihat masyarakat ramai menonton kejadian truk yang terbalik di kawasan tersebut.
Dari kejuahan Beni mulai mengurangi kecepatan kendaraanya.
Namun sayang, posisi truk dalam keadaan membawa barang berat berupa crane sangat sulit dikendalikan, apalagi kontur jalan menurun.
Walaupun sudah menginjak rem dan menaikan rem tangan, sayangnya truk tetap tidak behenti.
Sembari menginjak rem, Beni terus menekan klakson agar masyarakat yang ada di sekitarnya menghindar.
"Saya sudah prediksi, kalau rem itu tidak akan sampai ke tempat kerumunan orang ini. Makanya saya terus nyalakan klakson. Tetapi mereke tidak mengacuhkanya,"sebut Beni yang ditemui usai diperiksa di Unit Lakalantas Polresta Barelang.
Ketika itu, Beni langsung mengambil inisiatif untuk banting setir ke kiri.
Beni mengakui, posisinya saat itu serba salah. Jika ia ke kanan mobil yang dikendarai pasti akan terbalik sebab saat itu jalan menurun.
"Kalau saya ke depan pasti menabrak kerumunan warga, makanya saya banting stir ke kiri. Tetapi ada sepeda mortor yang menyelip dan akhirnya ketabrak," sebut Beni lagi.
Usai menabrak pengendara motor, Beni masih di atas truk.
Kemudian ia turun dan langsung berniat menuju tempat korban yang ditabraknya.
"Tapi saya dilarang oleh seorang disana. Saya disuruh duduk tenang dulu di tempat tumpukan besi tua. Mereka bilang jangan kesana dulu nanti takutnya ada apa-apa," sambungnya.
Selang beberapa menit kemudian, Beni dibawa anggota Unit Laka Lantas untuk dimintai keterangan terkait kejadian ini.
"Saya bingung, mungkin tadi lagi apes. Saya belum tahu korbanya bagaimana. Kata mereka sudah meninggal," sebutnya.(*)
Beni yang ditemui di Unit Lakalantas Polresta Barelang menuturkan, kejadian ini bermula ketika ia melihat masyarakat ramai menonton kejadian truk yang terbalik di kawasan tersebut.
Dari kejuahan Beni mulai mengurangi kecepatan kendaraanya.
Namun sayang, posisi truk dalam keadaan membawa barang berat berupa crane sangat sulit dikendalikan, apalagi kontur jalan menurun.
Walaupun sudah menginjak rem dan menaikan rem tangan, sayangnya truk tetap tidak behenti.
Sembari menginjak rem, Beni terus menekan klakson agar masyarakat yang ada di sekitarnya menghindar.
"Saya sudah prediksi, kalau rem itu tidak akan sampai ke tempat kerumunan orang ini. Makanya saya terus nyalakan klakson. Tetapi mereke tidak mengacuhkanya,"sebut Beni yang ditemui usai diperiksa di Unit Lakalantas Polresta Barelang.
Ketika itu, Beni langsung mengambil inisiatif untuk banting setir ke kiri.
Beni mengakui, posisinya saat itu serba salah. Jika ia ke kanan mobil yang dikendarai pasti akan terbalik sebab saat itu jalan menurun.
"Kalau saya ke depan pasti menabrak kerumunan warga, makanya saya banting stir ke kiri. Tetapi ada sepeda mortor yang menyelip dan akhirnya ketabrak," sebut Beni lagi.
Usai menabrak pengendara motor, Beni masih di atas truk.
Kemudian ia turun dan langsung berniat menuju tempat korban yang ditabraknya.
"Tapi saya dilarang oleh seorang disana. Saya disuruh duduk tenang dulu di tempat tumpukan besi tua. Mereka bilang jangan kesana dulu nanti takutnya ada apa-apa," sambungnya.
Selang beberapa menit kemudian, Beni dibawa anggota Unit Laka Lantas untuk dimintai keterangan terkait kejadian ini.
"Saya bingung, mungkin tadi lagi apes. Saya belum tahu korbanya bagaimana. Kata mereka sudah meninggal," sebutnya.(*)



0 comments:
Post a Comment