Berita Kita, Mobil seorang pengemudi di Filipina ditabrak oleh pengendara sepeda motor.
Akibatnya mobil itu mengalami sedikit kerusakan di bagian belakang.
Seharusnya pengemudi tersebut boleh saja melayangkan tuntutan.
Tapi hal itu tidak dilakukan setelah melihat sesuatu yang dibawa si pengendara motor.
Malah sebaliknya dia memberikan uang kepada pria itu sebagai santunan. Bahkan menanggung sendiri biaya perbaikan mobilnya.
Dilansir Kicker Daily, Sayd Omar Morales Akmad sedang mengemudikan di jalan raya di Manila saat merasakan hantaman pada mobil.
Rupanya seorang pria yang mengendarai sepeda motor menabrak bagian belakang mobil Akmad.
Begitu ke luar mobil, mata Akmad melihat kantong beras yang dibawa pria itu tumpah dan isinya berserakan di jalan.
Melihat beras berceceran ini hatinya langsung iba.
Apalagi ketika mendapati pria itu menangis saat diinterogasi oleh polisi.
Akmad mengatakan tahu pria itu pasti miskin dan keluarganya menunggu beras yang dia bawa.
Akibat kecelakaan, persediaan makan satu hari mereka hilang.
Akmad lalu bergegas menghampiri polisi dan mengatakan tidak akan menuntut pria yang menabrak mobilnya.
Meskipun si penabrak yang mengaku salah itu tidak memohon pengampunan dan pasrah jika ditahan, Akmad meminta polisi melepaskan.
"Tanpa banyak bicara, saya katakan pada polisi untuk melepaskannya karena mungkin dia tahu bahwa dia bersalah dan lain kali dia akan lebih berhati-hati. Air matanya hampir jatuh atas apa yang saya lakukan. Walau dia tidak mengatakannya, saya tahu dia dan keluarganya menjalani kehidupan yang susah," tutur Akmad dilansir Kicker Daily News.
Tak hanya melepaskan orang yang sudah membuat mobilnya penyok, ia bahkan melakukan sesuatu yang membuat salut banyak orang.
Akmad memberikan pria yang berprofesi sebagai nelayan itu uang. Sehingga pria tersebut bisa membeli kembali beras untuk keluarganya.
Nelayan itu terkejut. Sambil menangis dia minta maaf atas kemurahan hati orang yang ditabraknya.
Padahal Akmad bisa saja menuntutnya atas kerusakan mobil yang ditimbulkan akibat tabrakan.
Menurut Akmad, benda yang hilang masih bisa diganti. Tapi tidak jika yang hilang adalah cinta dan rasa hormat bagi orang lain.
Akibatnya mobil itu mengalami sedikit kerusakan di bagian belakang.
Seharusnya pengemudi tersebut boleh saja melayangkan tuntutan.
Tapi hal itu tidak dilakukan setelah melihat sesuatu yang dibawa si pengendara motor.
Malah sebaliknya dia memberikan uang kepada pria itu sebagai santunan. Bahkan menanggung sendiri biaya perbaikan mobilnya.
Dilansir Kicker Daily, Sayd Omar Morales Akmad sedang mengemudikan di jalan raya di Manila saat merasakan hantaman pada mobil.
Rupanya seorang pria yang mengendarai sepeda motor menabrak bagian belakang mobil Akmad.
Begitu ke luar mobil, mata Akmad melihat kantong beras yang dibawa pria itu tumpah dan isinya berserakan di jalan.
Melihat beras berceceran ini hatinya langsung iba.
Apalagi ketika mendapati pria itu menangis saat diinterogasi oleh polisi.
Akmad mengatakan tahu pria itu pasti miskin dan keluarganya menunggu beras yang dia bawa.
Akibat kecelakaan, persediaan makan satu hari mereka hilang.
Akmad lalu bergegas menghampiri polisi dan mengatakan tidak akan menuntut pria yang menabrak mobilnya.
Meskipun si penabrak yang mengaku salah itu tidak memohon pengampunan dan pasrah jika ditahan, Akmad meminta polisi melepaskan.
"Tanpa banyak bicara, saya katakan pada polisi untuk melepaskannya karena mungkin dia tahu bahwa dia bersalah dan lain kali dia akan lebih berhati-hati. Air matanya hampir jatuh atas apa yang saya lakukan. Walau dia tidak mengatakannya, saya tahu dia dan keluarganya menjalani kehidupan yang susah," tutur Akmad dilansir Kicker Daily News.
Tak hanya melepaskan orang yang sudah membuat mobilnya penyok, ia bahkan melakukan sesuatu yang membuat salut banyak orang.
Akmad memberikan pria yang berprofesi sebagai nelayan itu uang. Sehingga pria tersebut bisa membeli kembali beras untuk keluarganya.
Nelayan itu terkejut. Sambil menangis dia minta maaf atas kemurahan hati orang yang ditabraknya.
Padahal Akmad bisa saja menuntutnya atas kerusakan mobil yang ditimbulkan akibat tabrakan.
Menurut Akmad, benda yang hilang masih bisa diganti. Tapi tidak jika yang hilang adalah cinta dan rasa hormat bagi orang lain.



0 comments:
Post a Comment